Kelas prasekolah untuk anak non-sekolah telah dimulai!
Walau diluar sedang hujan,
kami merasa sehat dan bersemangat tidak merasa kalah dari hujan!
Pada hari ini, kami merobek koran dan menciptakan hujan dari koran dan melemparkan juga menjatuhkan koran dari atas sehingga terlihat seperti hujan sedang turun. Selain itu, kami juga bersenang-senang menggerakkan tubuh kami♪
Ini adalah acara kelas membaca yang dilakukan di perpustakaan kota Nishio.
Kami menghadiri acara membaca, (Pencipta buku bergambar:Acara buku bergambar yang dibawakan Yoshitaka Okada dengan judul “Bagaimana buku bergambar MANPUKU dibuat”)
Setelah itu…
Kami merasa pembahasan yang paling menarik adalah tentang buku “Rekomendasi! sushi berjalan” dan kami mencoba untuk membuat sushi berjalan!
Semua anak bergembira sehingga mereka berpikir mereka sedang berada didalam buku bergambar(^-^)
Kepada semua orang tua/wali murid siswa/i SMP dan seterusnya,
Pembahasan tentang keselamatan ini akan dijelaskan dalam bahasa Jepang yang mudah dipahami dan juga terdapat juru berbagai bahasa untuk berbicara dengan tema “cara menghindari keterlibatan dalam kejahatan seperti narkoba/YAKUBUTSU , media sosial/SNS, dan pekerjaan paruh waktu ilegal/YAMIBAITO”.
Kami bekerja sama dengan kepolisian Nishio untuk memikirkan cara agar terhidar dari orang jahat yang mungkin ingin merusak liburan musim panas kalian yang menyenangkan, atau melibatkan anda dalam suatu kejahatan juga kami akan memberitahu anda cara lolos dari mereka.
Orang tua/wali juga dipersilakan untuk bergabung. Tentu saja para siswa/i diperbolehkan untuk berpartipasi sendiri.
Silakan lihat brosur dibawah untuk keterangan lebih lanjut ↓↓
Pada tanggal 20 Mei, kelas tidak bersekolah dan juga kelas usia lanjut melakukan perjalanan wisata bersama ke Sakushima.
Sakushima adalah pulau kecil yang terletak di kota Nishio. Dikarenakan pulau yang kecil, pulau ini sangatlah indah. Kalian juga dapat mengelilingi pulau ini dalam sehari.
Beberapa siswa/i yang belajar di KIBOU belum pernah pergi ke sakushima atau bahkan naik perahu. Kami merasa ini adalah kesempatan yang bagus. Maka dari itu, kami memutuskan untuk pergi ke sakushima!
Anak-anak yang untuk prertama kalinya naik perahu sedikit khawatir jikalau mereka akan mabuk perjalanan. Perjalanan dengan perahu kali ini hanya berlangsung selama 20 menit. Sambil memikirkan bahwa “Laut terlihat luas” mereka tidak sadar bahwa mereka telah sampai di tujuan.
Jadwal perjalanan wisata kali ini seperti dibawah↓↓
[Stasiun Nishio] pukul 8:40 pagi, pergi menaiki bus (200 yen)🚌 ➡ Turun di Isshiki sakana hiroba 🚌 ➡ [Pelabuhan Isshiki] menaiki perahu (830 yen)🚢➡ Perjalanan selama 20 menit dan tiba di pelabuhan Barat Sakushima
Berjalan mengelilingi pulau hingga setengah hari👣👣
Menaiki perahu dari pelabuhan Timur Sakushima pada pukul 14:50🚢➡ Turun di pelabuhan Isshiki ➡ Naik bus dari sakana hiroba 🚌➡ sampai di Stasiun Nishio pada pukul 16:00.
Dengan berjalan kaki ataupun menyewa sepeda, kita dapat memasuki tempat beragam seperti kumpulan karya seni, pantai berpasir yang hanya untuk mendengarkan deburan ombak, juga terdapat banyak kerang yang bewarna ungu. Terdapat tebing-tebing yang lapisannya terlihat berlapis-lapis indah seperti yang disebutkan di geologi sehingga kami menikmati perjalanan ini dengan puas dan santai.
3 siswa/i datang dari SMP Nishio untuk melakukan pengalaman bekerja selama 2 hari.
Mereka bekerja sama dengan staf untuk membersihkan tempat belajar demi persiapan pembukaan kelas. Selain itu, mereka juga membantu dalam pelajaran kelas usia lebih atas dan berlatih bersama demi acara dimusim panas.
Kemudian, mereka juga mengecat ulang pintu depan dengan cat berwarna lavender yang tersisa dari penggunaan sebelumnya.
Mereka terlihat sangat lelah dikarenakan kami mendapat banyak bantuan dari para siswa/i.
Kami berharap, melalui pengalaman bekerja ini kalian menyadari bahwa di setiap pekerjaan itu menarik juga menyenangkan dan tidak sabar untuk tumbuh menjadi dewasa.
Tahun ini, pada hari Rabu 30 April menandai peringatan 50 tahun penyatuan Vietnam utara dan juga selatan. Untuk merayakan hari tersebut, anak-anak di kelas bahasa ibu mewarnai dan juga membuat topeng kepala. Anak-anak juga belajar tentang hari peringatan tersebut , berdiskusi juga bernyanyi bersama.
Proses pembuatan topeng kepala
Ketika alunan melodi dimulai, semua anak yang memiliki rasa patriotik ikut bernyanyi dengan bersemangat dan suara yang besar.
Anak-anak mendengarkan kisah hari penyatuan dengan seksama juga penuh semangat. Bahkan orang tua atau wali murid yang sudah lama tidak kembali ke negara asal mereka juga ikut tersentuh oleh kisah tersebut.