Oyako Preschool 2025 sudah dimulai!♬

Tahun ini, Oyako preschool juga telah dimulai!

Kelas ini ditujukan untuk anak-anak yang akan masuk sekolah. Kelas oyako preschool menyediakan program bahasa Jepang agar membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk masuk sekolah dasar.

Kami terbagi menjadi empat kelas, dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Tahun ini, kami telah menerima sekitar 50 pendaftar! Mari menikmati belajar hingga Maret tahun depan!☆

Jika anda memiliki anak dan belum mendaftar Oyako preschool(anak yang akan masuk sekolah dasar di tahun depan dan sedang tinggal di Kota Nishio juga bahasa pertamanya bukan bahasa Jepang), silakan hubungi KIBOU untuk bergabung kapan saja. Anda dapat mengirimkan pesan dalam bahasa apa pun, jadi harap sertakan “OYAKO PURESUKURU” di judul pesan anda.

Suasana halloween di kelas Isshiki🎃♬

“Kelas Isshiki” diadakan dua kali seminggu di Pusat Komunitas Isshiki atau ISSHIKI KOUMINKAN.

Dikelas ini, para siswa memiliki sedikit waktu diantara jam belajar.

Ketika memasuki suasana halloween, anak di kelas isshiki telah membuat keranjang lucu bertema halloween.

keranjang ini dapat dimasukkan permen juga makanan ringan kecil lainnya. Murid membawa pulang keranjang tersebut yang dapat menjadi dekorasi dirumah.

Kelas NOZOMI, kelas dimana belajar dengan perlahan dan berhati-hati

Kami ingin memperkenalkan “Kelas Nozomi” untuk anak muda yang ingin melanjutkan ke sekolah menengah atas(SMA) sambil belajar secara perlahan dan menyeluruh.

Kelas ini diperuntukkan bagi anak-anak muda yang belum melanjutkan ke sekolah menengah atas(SMA) sejak lulus SMP, atau yang bepergian antara negara asal dan Jepang dan kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari, tertinggal dalam studi pembelajaran, dan kurang percaya diri. Kelas ini terbatas hanya untuk empat siswa.

Pada hari ini, kami memeriksa seberapa banyak anak dapat berbicara dalam bahasa ibu(asal) dan juga seberapa banyak anak dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Apakah anak merasa termotivasi setelah belajar untuk pertama kalinya setelah sekian lama? Atau apakah merasa sedikit lelah?

Kami berharap dengan bekerja secara perlahan dan berhati-hati, anak dapat mewujudkan keinginannya.

Sedikit lagi Acty Nishio Matsuri 2025 akan diadakan!

Festival Acty Nishio tahun ini akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 16 November!

Setiap tahun, siswa di kelas bahasa berpartisipasi dengan bernyanyi, menari, dan membacakan puisi.

Latihan telah dimulai untuk tahun ini!

Silakan nantikan penampilan apa yang akan kami tampilkan☆

Festival tahun ini, akan diselenggarakan oleh anak yang belajar di KIBOU! Kami sangat menantikannya!

Selain itu, di stan KIBOU, kami akan memberi “tiket lotere” untuk anak-anak dari PAUD/TK hingga siswa kelas 3 SMP. Kira-kira apa yang akan mereka dapatkan ya?! Kami juga akan menampilkan video-video prestasi juga menampilakan bagaimana situasi ketika anak-anak sedang belajar di KIBOU. Orang yang datang, dapat menonton sambil menikmati minuman hangat gratis.

Terlebih lagi, di samping stan KIBOU, Proyek Dukungan Anak Aichi⇩ akan menyelenggarakan “Machikado hoken sitsu”. Ini akan menjadi yang kedua kalinya, setelah tahun lalu!. Melalui berbagai pengalaman menarik, anda dapat belajar tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan. Silakan mampir.

TOP

Pemberitahuan tentang Acty Nishio ada disini⇩⇩⇩

https://nishio.genki365.net/G0000001/system/event/6772.html

Karyawisata musim gugur

Pada tanggal 1 Oktober, siswa kelas Kanen KIBOU melakukan karyawisata musim gugur.

Kami pergi ke AIBAJIO NO SATO dan AICHI KODOMO NO KUNI(饗庭塩の里と愛知こどもの国).

Kami pergi ke museum yang terletak di lokasi bekas ladang garam yang terkenal. Pengunjung dapat melakukan proses pembuatan garam serta mempelajari sejarahnya. Para siswa melakukan sebagian proses pembuatan garam dan membawa pulang garam tersebut sebagai suvenir. mereka terlihat senang dan gembira.

Banyak siswa yang baru saja tiba di Jepang, jadi perjalanan ini menjadi pengalaman istimewa bagi mereka untuk jalan-jalan bersama teman-teman seusia mereka. Para siswa telah mempersiapkan diri untuk karyawisata ini dengan belajar terlebih dahulu dan membuat buku catatan perjalanan. Sehingga mereka tampak sangat menikmati perjalanan karyawisata tersebut.

Pada hari itu, perjalanan karyawisata dimulai dengan hujan gerimis. Tetapi, cuaca membaik di sore hari. Para siswa saling manjaga juga mempererat hubungan mereka sambil menikmati BBQ(barbekyu).

Berkat kerja sama semua pihak yang terlibat, acara ini dapat terlaksana tanpa kendala.
Terima kasih banyak semuanya!

Persiapan untuk Karyawisata

Cuaca menjadi sedikit lebih dingin dan cuaca akhirnya cukup sejuk untuk berjalan-jalan di luar.

Siswa di kelas pagi hari sedang mempersiapkan persiapan untuk pergi karyawisata musim gugur.

Kapan, dimana dan apa keperluan yang dibawa?

Bagaimanakah perginya?

Berapa biayanya?

Pertanyaan apa saja yang diajukan saat berkunjung?

Beberapa siswa baru saja tiba di Jepang dan belum memiliki pengalaman bersekolah di sekolah Jepang. Jadi, pengalaman seperti apa yang akan mereka dapatkan dari kunjungan lapangan di Jepang? mari kita tunggu kelanjutannya…

Jejak musim gugur semakin dekat…

Pintu masuk KIBOU tampak seperti ladang jamur.

Ada beberapa jamur yang tampak lezat, tetapi jika dilihat ada juga yang tampak beracun.

Untuk anak-anak yang belajar di KIBOU, silakan menanam jamur dan buat pintu masuk lebih bernuansa musim gugur.

Sesi informasi sekolah multibahasa

Kami telah mengadakan sesi informasi tentang pendaftaran sekolah dengan multibahasa pada Sabtu, 30 Agustus 2025 (9:30~12:15). Sesi ini diadakan 2 bagian tergantung bahasa.

Partisipan acara tersebut tidak lain adalah Anak-anak yang belum masuk sekolah dan orang tua anak. Mereka menonton video tentang sekolah dasar dan mendengarkan dengan saksama informasi tentang hal-hal yang akan mereka butuhkan di sekolah dasar. Informasi ini mencakup penjelasan mengenai keuangan, dan juga klub anak.

Guru dari klub anak dan sekolah juga datang. Orang tua dapat mengajukan pertanyaan dan meminta saran tentang hal-hal yang tidak mereka pahami. Para guru sangat membantu dan menjelaskan semuanya kepada mereka.

Membuat Ohagi

Liburan musim panas KIBOU telah berakhir dan saatnya untuk memulai belajar lagi.

Meskipun cuaca panas masih berlanjut, kami membuat Ohagi sebagai kenangan musim panas.

Ini adalah kelas yang dimana siswa/i baru saja tiba di Jepang. Beberapa dari mereka memakan nasi ketan, pasta kacang merah, dan kinako (tepung kedelai panggang) untuk pertama kalinya.

Setelah pelajaran singkat tentang makanan apa yang bisa dibuat dari beras dan tradisi juga kapan makanan tersebut bisa dimakan, kami memutuskan untuk membuat ohagi.

Ohagi yang mereka bundar sendiri tampak sangat lezat, dan beberapa anak bahkan mencelupkan kinako ke jari mereka dan menjilatinya. Rasanya manis, harum, dan lezat. Kami tahu bagaimana perasaan kalian~😊

Banyak anak-anak berusia muda baru tiba di Jepang dan merasa kesepian atau kesulitan mencari teman, jadi saya berharap melalui kegiatan ini mereka dapat memperoleh teman baik.

Terima kasih kepada Food Bank Nishio dengan baik hati menyediakan mesin penumbuk beras dan beras ketan untuk kami! ☆

Pesta membuat mochi

Pada hari Jumat, 1 Agustus saat liburan musim panas, anak-anak dari kelas Kira dan kelas Isshiki membuat kue beras tumbuk(Mochi) pertama mereka bersama-sama!

Walau cuacanya panas, tetapi semua orang berkumpul dengan semangat tinggi sejak pagi!

Selain itu, mochinya juga panas!

Sambil berkedip, anak-anak bersorak heboh saat mereka menyaksikan kue beras menari di dalam mesin yang menderu.

Kue beras yang baru saja ditumbuk oleh mesin itu panas dan juga sangat elastis, dan mudah melekat di tangan sehingga kami kesulitan untuk membentuk menjadi bentuk bulat.

Awalnya, anak-anak tampak tidak tertarik dengan mochi, tetapi begitu mochi putih bulat itu siap, mereka dengan senang hati melahapnya. Mereka senang karena mereka juga diperbolehkan untuk menambah untuk memakan mochi lagi.

Kira-kira, apakah anak-anak yang sedang berjuang dengan esai mereka menemukan materi yang bagus???

Kami mendapatkan beras ketan ini dari Food bank. Mereka yang telah memberi kami tiga muk beras ketan.

Juga, terima kasih kepada para relawan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Nishio Higashi atas semua bantuannya!

Terima kasih semuanya☆